Langsung ke konten utama

Dunia Kenyamanan


Iga duduk di dunianya, bersila menghadap hamparan birunya laut dimana  angin timur berhembus. Ia sibuk memencet-mencet tombol gameboard jadulnya. Jadul, tapi tetap mengasyikkan. Perempuan, tapi gamers handal.

Enil dari dunianya, laki-laki dingin. Sering berkunjung ke pantai itu, namun kali ini ia berani sekali mengganggu Iga. Ditariknya gameboard Iga, lantas berlari ke dalam gulungan ombak. "Sial! Kembalikan gameboardku," teriak Iga sambil lari.
"Sini, ambil kalau bisa," Enil mengejek seolah tak terkejar.
Jauh berlari. Tanpa tersadar, Enil telah memasuki batas wilayahnya kembali, diikuti Iga, karena ia harus mengambil gameboardnya sebelum petang, lalu pulang. Apapun yang terjadi.

Sedang-sedang Iga mengejar, langkahnya terhenti, lalu tersadar bahwa itu bukan lagi dunianya, itu dunia lain. Tapi dunia itu indah sekali, lebih indah dari dunianya. Namun, ia tak boleh lama-lama terkagum, itu dunia lain dan ia harus mendapatkan gameboardnya. Ia terkagum-kagum sambil berlari.

Enil di depannya tak lagi berlari sekencang tadi, Iga berhasil menyusul dan merebut kembali gameboardnya sambil berlari. Reflek. Ia memukul bahu Enil dengan benda keras itu. Enil memerah seketika.
"Pergi kau dari dunia ku! Pergi!" teriak Enil. "Kau tak pantas menginjak kaki jelekmu itu di dunia ku, pergi!" ia membentak.

Iga berbalik arah, berlari sambil menyeka butiran bening di pipinya. Tapi Iga tidak mau pulang lagi, sepoi di dunia yang ini sungguh  menawarkan kenyamanan. Iga ingin menetap lama di dunia yang ini. Orang yang dikenalnya di sini hanyalah Enil, namun Enil telah membencinya.
"Aku tidak mau pulang!" ia meraung dalam gelap, air mata, kecewa, menyesal, dan senja yang baru saja hilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bercermin Kepada Nasionalisme Samurah Ibnu Jundab - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Nasionalisme dapat diartikan semangat kebersamaan, sikap berjuang mengupayakan apapun demi kemakmuran dan kesejahteraan negeri, mengabadikan identitas, integritas, dan kekuatan bangsa. Sebagaimana negara yang menjadi identitas individu (nationality), agama juga merupakan sebuah identitas yang melekat pada diri seseorang, sehingga semangat kebersamaan dalam beragama juga bisa disebut nasionalisme. Lazimnya, nasionalisme dimanivestasikan dalam bentuk perjuangan, yaitu berperang. Dalam bahasa Arab, perjuangan diistilahkan dengan "جهاد". Maka dari itu, jihad merupakan salah satu bentuk dari nasionalisme. Pada dasarnya, sifat nasionalisme ini merupakan tuntutan untuk dimiliki oleh segenap jiwa yang menjadi warga sebuah negara. Dalam hal ini, umat beragama. Tidak tertentu pada umur, ras, ataupun daerah. Dengan demikian, maka rasa nasionalisme akan di manifestasi kan dalam berbagai tindakan, para pelajar akan mewujudkan nasionalismenya dengan giat be...

Pagiku Cerahku OTW Kampus - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

  Pagiku Cerahku Otw Ngampus – Institut Agama Islam Al-Aziziyah Hallo hai, I come back after long time get out of writing. Rindu dengan kalian, komentar, kritik, that’s really help me to find even to grow and glow my self. Thank you untuk kunjungan blog kali ini, berarti banget, serius. Adanya tulisan ini pastinya adalah untuk bercerita tentang sederet pengalaman 4 tahun silam, dari cerita ini nantinya akan lahir bermacam ragam perspektif, pesan, kesan dan juga nilai. Ya semoga ada yang termotivasi, ada yang terkritik, ada yang terbangun. Semoga. Itu harapan terserius yang pernah ada.   Let’s begin. Jujur, I really not expected akhirnya diumumkan lulus sebagai maba di kampus IAIA. Awalnya sempat ngerasa salah jurusan, karena menurutku ketertarikanku adalah di komunikasi, seharusnya aku kuliah di Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, dan semua orang yang aku konsul juga bilang gitu. Dan nyatanya, aku di Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Sampe sekarang masih terpikir “K...

Badai Matahari, Bencana yang Terlampau Indah - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

  Badai Matahari, Bencana yang Terlampau Indah   Sama halnya seperti bumi yang lengkap dengan berbagai fenomena dari produk alam yang saling berinteraksi. Seperti halnya angin badai yang disebabkan oleh suhu permukaan air laut yang terlalu tinggi. Demikian pula dengan matahari, sumber utama penghasil cahaya di sistem tata surya ini juga memiliki berbagai fenomena menakjubkan, di antaranya adalah badai matahari. Bintik matahari (sunspot) yang berada di permukaan matahari merupakan bagian yang mempunyai suhu lebih rendah dari sekelilingnya yaitu 1.843 °C .  (sumber: sains.sindonews.c0m, 2022) Melalui teleskop, bintik matahari akan terlihat berwarna hitam, sedangkan ukurannya berkisar antara 300 – 100.000 km. ketika bintik matahari terbentuk maka pancaran energi matahari di daerah tersebut akan terganggu, sehingga energi dari dalam matahari yang tertahan oleh sunspot akan terhambat dan terkumpul dalam jumlah yang banyak –lebih banyak dari pancaran energi normal. Hingg...