Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Seayat inspirasi dari fenomena hidup

Kemilau Islam Senantiasa Mengabadi - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Islam lahir dengan kemuliaan dan ketinggian, senantiasa terus mengabadi hingga zaman menjumpai akhir. Jejaknya dari masa Rasulullah SAW, lalu sahabat, filsuf-filsuf Islam dari masa ke masa terus saja memegang kuat tongkat estafet kemuliaan Islam, mempertahan kannya hingga sekarang, sehingga Islam terus mengabdi dalam kemilau kemuliaan. Betapa banyak teknik-teknik perang yang Rasulullah wariskan hingga menjadi taktik perang modern yang masih dipakai hingga saat ini, strategi bisnis, manajemen hidup, obat-obatan, leadership skill , ilmu bisnis dan masih banyak lagi cikal bakal yang bersumber dari Rasulullah yang menjadi pedoman ilmu pengetahuan modern saat ini. Hadirnya Islam yang dibawa oleh kepribadian agung yang mulia Nabi Muhammad SAW benar-benar menjadi lentera penerang sepanjang zaman, gerbang menuju kejayaan yang gemilang, agama yang mampu membuka mata dunia. Saat perhitungan waris dan perhitungan zakat begitu rumit dengan angka Romawi, lahirlah an...

Bercermin Kepada Nasionalisme Samurah Ibnu Jundab - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Nasionalisme dapat diartikan semangat kebersamaan, sikap berjuang mengupayakan apapun demi kemakmuran dan kesejahteraan negeri, mengabadikan identitas, integritas, dan kekuatan bangsa. Sebagaimana negara yang menjadi identitas individu (nationality), agama juga merupakan sebuah identitas yang melekat pada diri seseorang, sehingga semangat kebersamaan dalam beragama juga bisa disebut nasionalisme. Lazimnya, nasionalisme dimanivestasikan dalam bentuk perjuangan, yaitu berperang. Dalam bahasa Arab, perjuangan diistilahkan dengan "جهاد". Maka dari itu, jihad merupakan salah satu bentuk dari nasionalisme. Pada dasarnya, sifat nasionalisme ini merupakan tuntutan untuk dimiliki oleh segenap jiwa yang menjadi warga sebuah negara. Dalam hal ini, umat beragama. Tidak tertentu pada umur, ras, ataupun daerah. Dengan demikian, maka rasa nasionalisme akan di manifestasi kan dalam berbagai tindakan, para pelajar akan mewujudkan nasionalismenya dengan giat be...

Senja dan Awan

Senja bukanlah senja jika ia belum jatuh melesat perlahan mendekat ke garis bumi yang katanya melengkung itu. Tempat istirahat ternyaman di bahu alam. Semua orang tau senja. Semua orang menikmati senja. Tapi tak ada yang mengamati senja. Sehingga tak ada yang tau apa yang membuat senja bisa bertahan indah di ujung sana. Ialah awan. Awan selalu setia menegapkan bahunya agar semburat itu bisa dengan nyaman bersandar manja, dan mengungkap keluh kesahnya. Jika seandainya ia tak menemukan awan sebagai pasangan yang bisa berbagi suka duka bersama. Karena senja tidak hanya punya telinga untuk mendengar keluh. Tapi juga punya mulut untuk berkeluh. Ialah awan, mungkin tak akan ada semburat kemerah-merahan ini jika tak ada celah lembut di awan-awan. Tak ada pemandangan dua elemen alam yang menakjubkan jika senja tanpa awan. Pernah suatu hari senja pergi entah kemana, hingga keesokan harinya awan merasa bersalah, mereka pun tak lagi bertemu di tempat indah di ufuk barat itu, padahal k...

Internalized Misogyny

Internalized Misogyny adalah sikap sebagian perempuan untuk menjauhi dan membenci perempuan lain yang berlebihan dalam femininnya karena tidak sependapat atau selera. Sebagian orang menganggap internalized misogyny adalah sebagai perilaku yang negatif, mungkin karena perempuan yang punya internalized misogyny terlalu berlebihan dalam bertindak atas ketidaksukaannya terhadap sifat atau gaya sebagian perempuan lain seperti sifat menye-menye atau make up yang menor dan lain-lain, tindakannya bisa berupa membuli, menjauhi, berkomentar pedas dan selainnya.Sebenarnya, bukankah itu hak individu? Mau menye-menye kah dia, ya mungkin itu memang sifat aslinya, tidak harus membuli atau berkomentar pedas demi menyuarakan "gue nggak sama ya kayak cewek lain". Namun, jika alasannya untuk membenci perempuan-perempuan yang bermake up atau berpakaian terlalu ketat dan minim, maka itu adalah kebaikan yang berpahala, karena keduanya dilarang dalam Islam. Alangkah indah jika menegur ...

Toxic Chat

Toxic chat adalah sebuah chat yang tetiba bikin chat lagi enak-enakan bahas sesuatu menjadi buyar dan hilang mood. Toxic chat bisa macam-macam bentuknya, bisa jadi, jika sedang chat dengan seseorang dan kalian punya hubungan spesial maka hindari membahas orang ke tiga secara berlebihan, ini toxic chat. Kadang pula, ketika sedang chat dan membahas sesuatu secara serius, dan teman chatmu pake istilah-istilah yang kamu nggak ngerti, seperti "primacy effect, internalized misogyny, thinking bias" atau yang lain, kalo kamu tanya balik ke dia, ini toxic chat, moodnya bisa hilang, dan bahkan berpotensi chat kamu cuma di read doang. Kenapa gitu? Karena istilah-istilah yang begituan penjelasannya panjang lebar dan harus diikuti contoh-contoh agar mudah paham, lagian kalian tidak sedang fokus membicarakan istilah itu di room chat, kalian sedang fokusnya ke masalah lain. it's okay jika kamu cepat ngerti dengan definisi alih bahasa doang, jika harus di jelaskan panjang le...

Masa Depan Minta Tolong - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Sekawanan gadis-gadis remaja yang menyandang kitab suci itu melangkah pasti di jalan desa yang diapit sawah-sawah. Terdengar bunyi sandal jepit dan ujung sarung yang memukul-mukul. Sesekali terdengar candaan ringan di dalam sekawanan itu, saling menggoda, juga sesekali pujian kagum terhadap langit senja di sepanjang jalan. Jalanan mulai lengang, hanya ada sekawanan gadis remaja itu yang berjalan mulai cepat seolah bergegas mengejar mentari senja ke ufuk barat. "Ayo cepat! Nanti gerbang balai pengajian ditutup," sela Dara, gadis remaja yang selalu saja terlihat menunduk kapanpun, dan dimanapun ia.  "Hei Dara! Lihatlah semburat senja yang kemerah-merahan itu, indah sekali! Lihatlah!" ujar Asma dengan sumringah senyum sembari menunjuk ke ufuk barat. Dara tak berujar, dilihatnya sekilas semburat kemerah-merahan itu, lantas seketika kembali menunduk. Tapi Asma memang benar, senja hari ini memang benar-benar indah. Ia mendongakkan kepala seketika, dipandangnya...

Peran Santri di Tengah-tengah Corona - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

       Pada 16 maret 2020, dayah di seluruh Aceh serentak menerima surat himbauan dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) terkait antisipasi corona terhadap santri. Santri belum sepenuhnya percaya terhadap corona yang telah begitu cepat menyebar te tanah Aceh. Mereka panik, dan sejumlah instansi telah diliburkan untuk dikarantina selama empat belas hari kedepannya. Beberapa pimpinan dayah di Aceh telah mengambil keputusan untuk memulangkan santri ke daerah masing-masing. Namun, ada diantara yang tidak bertindak demikian.             Beberapa hari terakhir, sejumlah santri mulai menunjukkan kepanikannya. Pasalnya, bebarapa masyarakat Aceh diberitakan suspect corona. Dalam deraan kepanikan, namun karena didukung oleh kecanggihan teknologi, kepanikan santri masih terarahkan. Mereka mulai terbuka pikirannya untuk googling terkait bagaimana pencegahan corona, apa saja yang harus diwaspadai, dan sebagainya. Sehingga banyak dari ka...

Amor Por 7000 - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Aku Seno, remaja yang tinggal di pinggiran kota Maju. Hari ini masih musim hujan. Semalam, di ruang makan sekeluarga besar bertepuk tangan gembira sekejap setelah aku meniup dua lilin berbentuk angka empat belas. Bagiku, ini hari baru yang ku paksa seolah-olah indah dan baik-baik saja. Tidak ada sekolah juga tidak ada liburan. Musim hujan yang menyedihkan.  Pagi tadi mentari tidak terlalu bersemangat, aku pun begitu. Awan membentuk tirai tipis yang menyelubungi bumi telah menang dari matahari. Sekarang, aku sedang berjalan sendirian di alun-alun kota, entah ke mana dan untuk apa. Supaya tidak terlihat bodoh, aku pun berlari-lari kecil seolah-olah sedang jogging. inilah manusia selalu tidak ingin terlihat kacau dan bodoh di mata manusia lain. Di ujung jalan sana terlihat remaja berbondong-bondong memasuki suatu toko yang di dekor a la kekini-kinian. Mereka berlarian lalu berdesak-desakan, beberapa di antara mereka terlihat sepantaran denganku, aku pun mencoba mendekati k...

Dunia Kenyamanan

Iga duduk di dunianya, bersila menghadap hamparan birunya laut dimana  angin timur berhembus. Ia sibuk memencet-mencet tombol gameboard jadulnya. Jadul, tapi tetap mengasyikkan. Perempuan, tapi gamers handal. Enil dari dunianya, laki-laki dingin. Sering berkunjung ke pantai itu, namun kali ini ia berani sekali mengganggu Iga. Ditariknya gameboard Iga, lantas berlari ke dalam gulungan ombak. "Sial! Kembalikan gameboard ku," teriak Iga sambil lari. "Sini, ambil kalau bisa," Enil mengejek seolah tak terkejar. Jauh berlari. Tanpa tersadar, Enil telah memasuki batas wilayahnya kembali, diikuti Iga, karena ia harus mengambil gameboard nya sebelum petang, lalu pulang. Apapun yang terjadi. Sedang-sedang Iga mengejar, langkahnya terhenti, lalu tersadar bahwa itu bukan lagi dunianya, itu dunia lain. Tapi dunia itu indah sekali, lebih indah dari dunianya. Namun, ia tak boleh lama-lama terkagum, itu dunia lain dan ia harus mendapatkan gameboardnya. Ia terkagum-ka...

Eksistensi Santri Dalam Arus Globalisasi - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

 Eksistensi Santri Dalam Arus Globalisasi        Di tahun 2020 ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh kembali mengadakan event Pelatihan Jurnalistik dan Magang Bagi Santri Dayah Se-Aceh yang diselenggarakan di Hermes Palace Hotel. Berita ini disambut antusias oleh seluruh santri dengan sangat antusias mengirimkan karya terbaik mereka untuk menjadi peraih kesempatan emas ini. Setelah menyeleksi ratusan karya yang terkirim panitia hanya memilih 52 peraih nilai tertinggi untuk diberangkatkan ke Banda Aceh sebagai peserta pelatihan. Secara implisit event ini sangat mendorong produktifitas peserta yang terpilih khususnya, dan seluruh santri pada umumnya untuk terus melahirkan karya tulis demi menyongsong kemajuan ilmu pengetahuan, meminimalisir pembodohan dan hoax dengan memanfaatkan segala kemudahan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini.         Dengan visi melahirkan penulis-penulis handal dari kalangan santri yang diharapkan bisa mengisi ruang tu...

Suara Hati Ibu Pertiwi

Suara Hati Ibu Pertiwi Pesisir selat malaka menderu-deru Ibu pertiwi memeluk lutut termangu Lekat-lekat menatap hamparan laut biru Oh... Angannya jauh menerawang Menjelajahi satu persatu negeri orang Betapa disana  nasib anak-anakku sayang? Yang pergi  menjamin untaian janji Mengabdi suci untuk usia tua ini Menimba segar gemericik ilmu Mencari obat dengan bekal rindu Batin ibu sakit, punggung sering nyeri Penyakit pendidikan, politik, ekonomi Telah meradang seumur pohon jati Ikan segar kita sering dicuri Pertambangan dirampas tetangga tak ada yang peduli Ibu takut corona... Pulanglah nak Jayakan negeri Ajarkan adik-adikmu makna bersinergi Agar merah putih tetap berkibar di puncak tertinggi Lhokseumawe 28 januari 2020 *terpilih sebagai nominasi Penulis Arif Nasional

Lalu, Bagaimana Dengan Ayah?

~Baris-baris ini ku dedikasikan untuk Ayah sebagai surya penerang gelap semestaku, juga untuk putri-putri impian sejagad~      Hawa panas siang itu menyesakkan semua orang tak terkecuali di kelas ini, sehingga memicu keringat untuk bebas keluar mengalir di kulit-kulit dan wajah-wajah yang mulai penat dengan penjelasan Pak Guru Fisika. Namun apa daya, hanya bel yang mampu menjadi pahlawan di siang bolong begini.      Lihatlah anak laki-laki di barisan pertama itu, pancaran sinar mata jenius di balik kacamata tebalnya tak pernah terlihat jenuh untuk pelajaran yang satu ini. Namanya Salim , dan julukan "Bapak Fisika" yang disematkan oleh guru fisika kami untuknya terlihat benar-benar sesuai. Dialah Salim satu-satunya dari kami yang tidak pernah berkedip menelusuri baris-baris rumus fisika di papan putih itu, keren!      Siang itu tepat pukul 01:00 tiba-tiba saja seangin ilham menuruni cerahnya langit menerobos cela...

Puisi Tentang Rindu

                            -- Raib -- Tentang dewasa, dekapan duka Rupiah bukanlah selimut penghangat jiwa Ia hanya dicintai raga Berjalan melesit angkuh melawan angin Ku setir mobil untuk segala tujuan Namun tak pernah sampai untuk masa-masa silam Ruang dan waktu kejam menjerat kenangan Akulah tawanannya Haus akan darah bahagia Aduhai liarnya Tentang rasa, colekan rindu Laut Tawar bercerita manja mengajak menonton masa lalu Tikar  tak lagi menggoda, walau ufuk masih menyembunyikan fajar Ikan patin menari bermanja air Akulah pemecah lapisan danau, sebelum mentari pagi menjadi raja “Brruuuummmmm” ragaku terhanyut bersama mereka Ah patin kalian sahabat setia Garakan lincah mengubah murung jadi tawa Menerjang bagai panah menuju palung penuh warna Nyanyian merdu bunga Riuh burung mengepakkan sayapnya Ada gesit gembira m...

Cara Efektif Menghafal Menggunakan Metode Loci

     Metode loci adalah sebuah metode yang meninstruksikan orang untuk mengaitkan item-item yang akan di pelajari dengan serangkaian lokasi fisik. Metode ini adalah salah satu mnemonic device tertua (snowman, 1987). Dan aturan dasar yang di gunakan dalam metode loci ini adalah sebagai berikut : 1. Memvisualisasikan serangkaian tempat didalam urutan tertentu. 2. Mengimajinasikan sebuah gambar yang mewakili item-item yang ingin kamu ingat. 3. Mengaitkan item tersebut satu persatu      Ringkasnya, metode loci ini adalah trik menghafal sesuatu yang berurutan dengan mengimajinasikan kata kata yang akan di ingat, kata-kata tersebut diimajinasikan dengan ikon tertentu yang bisa menarik daya ingat, biasanya sesuatu yang bisa menarik daya ingat itu seperti sesuatu yang lucu, seram, hal aneh, dan sebagainya.      Metode loci ini sangat efektif mengingat salah satu sifat alamiah otak adalah gambar, artinya otak itu lebih peka terhada...