Pada 16 maret 2020, dayah di seluruh Aceh serentak menerima surat himbauan dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) terkait antisipasi corona terhadap santri. Santri belum sepenuhnya percaya terhadap corona yang telah begitu cepat menyebar te tanah Aceh. Mereka panik, dan sejumlah instansi telah diliburkan untuk dikarantina selama empat belas hari kedepannya. Beberapa pimpinan dayah di Aceh telah mengambil keputusan untuk memulangkan santri ke daerah masing-masing. Namun, ada diantara yang tidak bertindak demikian.
Beberapa hari terakhir, sejumlah santri mulai menunjukkan kepanikannya. Pasalnya, bebarapa masyarakat Aceh diberitakan suspect corona. Dalam deraan kepanikan, namun karena didukung oleh kecanggihan teknologi, kepanikan santri masih terarahkan. Mereka mulai terbuka pikirannya untuk googling terkait bagaimana pencegahan corona, apa saja yang harus diwaspadai, dan sebagainya. Sehingga banyak dari kalangan santri telah terlebih dahulu mengetahui upaya pencegahan corona jauh sebelum corona itu sendiri hadir di tanah Aceh.
Disamping itu, Islam selalu mempunyai cara tersendiri dalam menangani berbagai problematika kehidupan. Para medis menganjurkan antisipasi corona adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga kebersihan seteliti mungkin. Secara agamis, Islam juga menganjurkan untuk makan makanan yang bersih dan halal, selalu menjaga wudhu, menghindari kontak langsung dengan sesama tapi bukan berarti memutuskan silaturrahmi, dan menjaga kebersihan, juga tentunya meningkatkan ibadah kepada Sang Pencipta pengatur alam semesta yang juga telah mengirimkan corona bebagai ujian bagi manusia.
Di saat seluruh siswa diliburkan dari kegiatan sekolah, maka santri tetap mengikuti kebijakan pimpinan dayah untuk tetap mengikuti kebijakan pemimpin dayah untuk mengikuti rutinitas dayah seperti biasanya. Dayah yang telah mengambil kebijakan untuk tidak memulangkan santri, tentunya juga telah mengumumkan beberapa maklumat terkait antisipasi santri terhadap virus corona, beberapa diantara maklumat tersebut adalah larangan kepada santri untuk tidak melakutan kontak langsung dengan masyarakat di luar dayah, sekolah tetap diliburkan hingga waktu yang telah di tentukan, melarang tamu di luar dayah mengirim paket barupa apapun kepada santri, menganjurkan kepada santri yang berada di pondok untuk tidak pulang ke kampung halaman. Sebaliknya, santri yang di kampung halaman tidak diperbolehkan kembali ke pondok selama empat belas hari mendatang, dan yang terakhir tentunya anjuran untuk lebih meningkatkan ibadah, membaca doa khusus untuk tolak bala setelah jamaah lima kali sehari, menganjurkan Imam shalat untuk membaca qunut nazilah setiap shalat, memperbanyak zikir, dan melazimkan bacaan Suruh Al-Ma'un sebanyak tujuh kali setiap selesai shalat tima waktu.
Di tengah - tengah kepanikan corona, santri telah melakukan banyak hal sebagai antisipasi corona, banyak diantaranya yang sengaja membuat konten Youtube terkait antisipasi corona, memenuhi blog -blog dengan berbagai tulisan mengenai tips-tips mencegah corona secara Islami. Hitung-hitung sebagai dakwah untuk saling mengingatkan saudara seagama di seluruh dunia. Selain itu, dayah juga melakukan gotong-royong besar-besaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dayah seoptimal mungkin. Seperti yang telah dilakukan santriwati Dayah Putri Muslimat di pagi hari tadi.
Di sisi lain memperlihatkan, santri di seluruh dayah fokus dengan ibadah, zikir, dan terus berdoaa untuk menolak bala yang satu ini, mereka menjadi harapan umat di saat masyarakat sibuk dengan kepanikan dan aktivitas pribadi, Di Dayah Putri Muslimat sendiri pembacaan doa khusus tolak bala dan membaca Surah Al-ma'un di setiap usai jamaah telah dilaksanakan sedari maghrib kemarin, sedangkan qunut nazilah akan dibacakan pada shalat dhuhur nanti untuk pertama kalinya hingga seterusnya. Melalui serangkaian kegiatan seperti ini, santri ikhlas memberikan sumbangsihnya berupa doa-doa untuk kesejahteraan agama dan negara. Prinsipnya, senjata mukmin adalah doa. Banyak kelompok-kelompok di luar sana yang telah siap siaga membagikan masker kepada masyarakat, banyak pula tim medis yang sibuk menangani pasien, juga ilmuwan yang terus berpikir keras mencarikan obat, namun santri melakukan hal berbeda tapi masih dengan tujuan yang sama. Doa.
Komentar
Posting Komentar