Langsung ke konten utama

Toxic Chat


Toxic chat adalah sebuah chat yang tetiba bikin chat lagi enak-enakan bahas sesuatu menjadi buyar dan hilang mood. Toxic chat bisa macam-macam bentuknya, bisa jadi, jika sedang chat dengan seseorang dan kalian punya hubungan spesial maka hindari membahas orang ke tiga secara berlebihan, ini toxic chat. Kadang pula, ketika sedang chat dan membahas sesuatu secara serius, dan teman chatmu pake istilah-istilah yang kamu nggak ngerti, seperti "primacy effect, internalized misogyny, thinking bias" atau yang lain, kalo kamu tanya balik ke dia, ini toxic chat, moodnya bisa hilang, dan bahkan berpotensi chat kamu cuma di read doang. Kenapa gitu? Karena istilah-istilah yang begituan penjelasannya panjang lebar dan harus diikuti contoh-contoh agar mudah paham, lagian kalian tidak sedang fokus membicarakan istilah itu di room chat, kalian sedang fokusnya ke masalah lain. it's okay jika kamu cepat ngerti dengan definisi alih bahasa doang, jika harus di jelaskan panjang lebar, kan bikin teman chatmu repot. Karena ini sudah jaman canggih, telepon gengganmu pun sudah canggih, alangkah baiknya ngejump sebentar ke google app dan cari di sana "bla bla bla adalah" jikapun nggak ngerti di penjelasan satu artikel, silakan ngejump ke artikel lain hingga benar-benar paham maksud temanmu itu apa. Setelah itu barulah chatnya di lanjutkan. Chat begini lebih sehat dari pada harus loncat-loncat pembahasan dan bikin teman chatmu merasa konyol. Dengan cara begini, kamu juga bisa dapet wawasan lebih. Ayo ayo semangat, masih banyak hal baru yang harus dipelajari. 

*Beda pembahasannya jika kalian memang membahas khusus tentang istilah itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemilau Islam Senantiasa Mengabadi - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Islam lahir dengan kemuliaan dan ketinggian, senantiasa terus mengabadi hingga zaman menjumpai akhir. Jejaknya dari masa Rasulullah SAW, lalu sahabat, filsuf-filsuf Islam dari masa ke masa terus saja memegang kuat tongkat estafet kemuliaan Islam, mempertahan kannya hingga sekarang, sehingga Islam terus mengabdi dalam kemilau kemuliaan. Betapa banyak teknik-teknik perang yang Rasulullah wariskan hingga menjadi taktik perang modern yang masih dipakai hingga saat ini, strategi bisnis, manajemen hidup, obat-obatan, leadership skill , ilmu bisnis dan masih banyak lagi cikal bakal yang bersumber dari Rasulullah yang menjadi pedoman ilmu pengetahuan modern saat ini. Hadirnya Islam yang dibawa oleh kepribadian agung yang mulia Nabi Muhammad SAW benar-benar menjadi lentera penerang sepanjang zaman, gerbang menuju kejayaan yang gemilang, agama yang mampu membuka mata dunia. Saat perhitungan waris dan perhitungan zakat begitu rumit dengan angka Romawi, lahirlah an...

Bercermin Kepada Nasionalisme Samurah Ibnu Jundab - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Nasionalisme dapat diartikan semangat kebersamaan, sikap berjuang mengupayakan apapun demi kemakmuran dan kesejahteraan negeri, mengabadikan identitas, integritas, dan kekuatan bangsa. Sebagaimana negara yang menjadi identitas individu (nationality), agama juga merupakan sebuah identitas yang melekat pada diri seseorang, sehingga semangat kebersamaan dalam beragama juga bisa disebut nasionalisme. Lazimnya, nasionalisme dimanivestasikan dalam bentuk perjuangan, yaitu berperang. Dalam bahasa Arab, perjuangan diistilahkan dengan "جهاد". Maka dari itu, jihad merupakan salah satu bentuk dari nasionalisme. Pada dasarnya, sifat nasionalisme ini merupakan tuntutan untuk dimiliki oleh segenap jiwa yang menjadi warga sebuah negara. Dalam hal ini, umat beragama. Tidak tertentu pada umur, ras, ataupun daerah. Dengan demikian, maka rasa nasionalisme akan di manifestasi kan dalam berbagai tindakan, para pelajar akan mewujudkan nasionalismenya dengan giat be...

Eksistensi Santri Dalam Arus Globalisasi - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

 Eksistensi Santri Dalam Arus Globalisasi        Di tahun 2020 ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh kembali mengadakan event Pelatihan Jurnalistik dan Magang Bagi Santri Dayah Se-Aceh yang diselenggarakan di Hermes Palace Hotel. Berita ini disambut antusias oleh seluruh santri dengan sangat antusias mengirimkan karya terbaik mereka untuk menjadi peraih kesempatan emas ini. Setelah menyeleksi ratusan karya yang terkirim panitia hanya memilih 52 peraih nilai tertinggi untuk diberangkatkan ke Banda Aceh sebagai peserta pelatihan. Secara implisit event ini sangat mendorong produktifitas peserta yang terpilih khususnya, dan seluruh santri pada umumnya untuk terus melahirkan karya tulis demi menyongsong kemajuan ilmu pengetahuan, meminimalisir pembodohan dan hoax dengan memanfaatkan segala kemudahan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini.         Dengan visi melahirkan penulis-penulis handal dari kalangan santri yang diharapkan bisa mengisi ruang tu...