Langsung ke konten utama

Postingan

Maju Tak Gentar, Mental Kita Diserang! - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

  Maju Tak Gentar, Mental Kita Diserang! Oleh: Tuhfatul Athal Ketika tulisan ini ditulis, saya sedang menempatkan diri sebagai bagian kaum Neo-Luddite dalam memandang bagaimana teknologi bergerak menyelinap dengan lembut ke dalam sisi-sisi kehidupan kita dengan sangat intim. Neo­-Luddite adalah adalah sebutan untuk kelompok yang anti dengan teknologi, istilah ini diambil dari nama sang pelopor anti teknologi pada abad ke-19 yang bernama Ned Ludd. Yesaya Sandang (2013:76) menyebutkan bahwa awal aksi kebencian Ludd dan kelompoknya terhadap teknologi diekspresikannya dengan aksi menghancurkan mesin-mesin di pabrik sepanjang Yorkshire dan Nottinghamshire di Inggris. Namun, aksi Ludd dan kelompoknya ini   berakhir dengan hukuman gantung. Bukan tanpa alasan, Ludd mengawali tindakannya ini dengan pemikiran bahwa teknologi ini akan sangat berdampak buruk bagi dunia kedepannya dengan sangat radikal, teknologi mesin akan menghilangkan pekerjaan pegawai industri sekaligus merusak p...

Badai Matahari, Bencana yang Terlampau Indah - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

  Badai Matahari, Bencana yang Terlampau Indah   Sama halnya seperti bumi yang lengkap dengan berbagai fenomena dari produk alam yang saling berinteraksi. Seperti halnya angin badai yang disebabkan oleh suhu permukaan air laut yang terlalu tinggi. Demikian pula dengan matahari, sumber utama penghasil cahaya di sistem tata surya ini juga memiliki berbagai fenomena menakjubkan, di antaranya adalah badai matahari. Bintik matahari (sunspot) yang berada di permukaan matahari merupakan bagian yang mempunyai suhu lebih rendah dari sekelilingnya yaitu 1.843 °C .  (sumber: sains.sindonews.c0m, 2022) Melalui teleskop, bintik matahari akan terlihat berwarna hitam, sedangkan ukurannya berkisar antara 300 – 100.000 km. ketika bintik matahari terbentuk maka pancaran energi matahari di daerah tersebut akan terganggu, sehingga energi dari dalam matahari yang tertahan oleh sunspot akan terhambat dan terkumpul dalam jumlah yang banyak –lebih banyak dari pancaran energi normal. Hingg...

Pagiku Cerahku OTW Kampus - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

  Pagiku Cerahku Otw Ngampus – Institut Agama Islam Al-Aziziyah Hallo hai, I come back after long time get out of writing. Rindu dengan kalian, komentar, kritik, that’s really help me to find even to grow and glow my self. Thank you untuk kunjungan blog kali ini, berarti banget, serius. Adanya tulisan ini pastinya adalah untuk bercerita tentang sederet pengalaman 4 tahun silam, dari cerita ini nantinya akan lahir bermacam ragam perspektif, pesan, kesan dan juga nilai. Ya semoga ada yang termotivasi, ada yang terkritik, ada yang terbangun. Semoga. Itu harapan terserius yang pernah ada.   Let’s begin. Jujur, I really not expected akhirnya diumumkan lulus sebagai maba di kampus IAIA. Awalnya sempat ngerasa salah jurusan, karena menurutku ketertarikanku adalah di komunikasi, seharusnya aku kuliah di Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, dan semua orang yang aku konsul juga bilang gitu. Dan nyatanya, aku di Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Sampe sekarang masih terpikir “K...

The Fate of Bitcoin - Rumah Senja | Ulil Mugnie

Oleh: Ulil Mugnie* Dewasa ini, kita sering mendengar satu istilah yang lumayan baru yaitu Bitcoin. Apa itu Bitcoin? Bitcoin adalah mata uang digital. Bitcoin digunakan untuk bertransaksi di internet dan dapat dicairkan ke dalam rupiah. Kabar baiknya Bitcoin juga dapat digunakan sebagai investasi karena harga Bitcoin bisa naik turun. Bitcoin dapat diperoleh dengan cara menambang, menonton iklan, menyelesaikan beberapa misi yang ditawarkan  secara gratis maupun berbayar  melalui situs-situs webite dan aplikasi, dan kamu juga dapat melakukan penyetoran untuk mempercepat penambangan. Seru kan? Sejak Covid-19 melanda, kebanyakan orang bekerja dan belajar dari rumah. Ada beberapa orang yang berhenti dari pekerjaannya baik karena harus mengikuti protkes kesehatan ataupun di-PHK. Karena masalah ini, orang-orang mencari pekerjaan baru yang bisa dioperasikan dari rumah, salah satunya adalah menambang Bitcoin. Dengan demikian, penambang bitcoin semakin ramai, terutama di Indo...

Kartini's Day and Equality Gender - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Selamat malam semua, selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Kartini merupakan sosok pahlawan perempuan yang telah membuka mata seluruh masyarakat Indonesia bahwa perempuan bisa andil dalam merajut sejarah negerinya dengan berbagai cara. Hal ini tertuang dalam perkataan Ibu Kartini “Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan.” Kartini telah mendeklarasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia seperti apa jati diri perempuan hebat yang sebenarnya. Terimakasih Ibu Kartini.  Ketika perempuan mulai menentukan masa depan, hal itu tidak melulu soal dirinya sendiri, dalam menentukan masa depan, jika perempuan itu sebagai kakak ia bisa menentukan arah perkembangan adiknya, jika seorang ibu ia bisa menentukan arah perkembangan putra-putrinya, karena masa depan orang-orang yang berhubungan dengan dirinya juga merupakan masa depannya. Dalam memperjuangkan, perempuan tidak harus menjadi pemimpin, karena sejatinya bukan...

Kemilau Islam Senantiasa Mengabadi - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Islam lahir dengan kemuliaan dan ketinggian, senantiasa terus mengabadi hingga zaman menjumpai akhir. Jejaknya dari masa Rasulullah SAW, lalu sahabat, filsuf-filsuf Islam dari masa ke masa terus saja memegang kuat tongkat estafet kemuliaan Islam, mempertahan kannya hingga sekarang, sehingga Islam terus mengabdi dalam kemilau kemuliaan. Betapa banyak teknik-teknik perang yang Rasulullah wariskan hingga menjadi taktik perang modern yang masih dipakai hingga saat ini, strategi bisnis, manajemen hidup, obat-obatan, leadership skill , ilmu bisnis dan masih banyak lagi cikal bakal yang bersumber dari Rasulullah yang menjadi pedoman ilmu pengetahuan modern saat ini. Hadirnya Islam yang dibawa oleh kepribadian agung yang mulia Nabi Muhammad SAW benar-benar menjadi lentera penerang sepanjang zaman, gerbang menuju kejayaan yang gemilang, agama yang mampu membuka mata dunia. Saat perhitungan waris dan perhitungan zakat begitu rumit dengan angka Romawi, lahirlah an...

Bercermin Kepada Nasionalisme Samurah Ibnu Jundab - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Oleh: Tuhfatul Athal Nasionalisme dapat diartikan semangat kebersamaan, sikap berjuang mengupayakan apapun demi kemakmuran dan kesejahteraan negeri, mengabadikan identitas, integritas, dan kekuatan bangsa. Sebagaimana negara yang menjadi identitas individu (nationality), agama juga merupakan sebuah identitas yang melekat pada diri seseorang, sehingga semangat kebersamaan dalam beragama juga bisa disebut nasionalisme. Lazimnya, nasionalisme dimanivestasikan dalam bentuk perjuangan, yaitu berperang. Dalam bahasa Arab, perjuangan diistilahkan dengan "جهاد". Maka dari itu, jihad merupakan salah satu bentuk dari nasionalisme. Pada dasarnya, sifat nasionalisme ini merupakan tuntutan untuk dimiliki oleh segenap jiwa yang menjadi warga sebuah negara. Dalam hal ini, umat beragama. Tidak tertentu pada umur, ras, ataupun daerah. Dengan demikian, maka rasa nasionalisme akan di manifestasi kan dalam berbagai tindakan, para pelajar akan mewujudkan nasionalismenya dengan giat be...

Senja dan Awan

Senja bukanlah senja jika ia belum jatuh melesat perlahan mendekat ke garis bumi yang katanya melengkung itu. Tempat istirahat ternyaman di bahu alam. Semua orang tau senja. Semua orang menikmati senja. Tapi tak ada yang mengamati senja. Sehingga tak ada yang tau apa yang membuat senja bisa bertahan indah di ujung sana. Ialah awan. Awan selalu setia menegapkan bahunya agar semburat itu bisa dengan nyaman bersandar manja, dan mengungkap keluh kesahnya. Jika seandainya ia tak menemukan awan sebagai pasangan yang bisa berbagi suka duka bersama. Karena senja tidak hanya punya telinga untuk mendengar keluh. Tapi juga punya mulut untuk berkeluh. Ialah awan, mungkin tak akan ada semburat kemerah-merahan ini jika tak ada celah lembut di awan-awan. Tak ada pemandangan dua elemen alam yang menakjubkan jika senja tanpa awan. Pernah suatu hari senja pergi entah kemana, hingga keesokan harinya awan merasa bersalah, mereka pun tak lagi bertemu di tempat indah di ufuk barat itu, padahal k...

Internalized Misogyny

Internalized Misogyny adalah sikap sebagian perempuan untuk menjauhi dan membenci perempuan lain yang berlebihan dalam femininnya karena tidak sependapat atau selera. Sebagian orang menganggap internalized misogyny adalah sebagai perilaku yang negatif, mungkin karena perempuan yang punya internalized misogyny terlalu berlebihan dalam bertindak atas ketidaksukaannya terhadap sifat atau gaya sebagian perempuan lain seperti sifat menye-menye atau make up yang menor dan lain-lain, tindakannya bisa berupa membuli, menjauhi, berkomentar pedas dan selainnya.Sebenarnya, bukankah itu hak individu? Mau menye-menye kah dia, ya mungkin itu memang sifat aslinya, tidak harus membuli atau berkomentar pedas demi menyuarakan "gue nggak sama ya kayak cewek lain". Namun, jika alasannya untuk membenci perempuan-perempuan yang bermake up atau berpakaian terlalu ketat dan minim, maka itu adalah kebaikan yang berpahala, karena keduanya dilarang dalam Islam. Alangkah indah jika menegur ...

Toxic Chat

Toxic chat adalah sebuah chat yang tetiba bikin chat lagi enak-enakan bahas sesuatu menjadi buyar dan hilang mood. Toxic chat bisa macam-macam bentuknya, bisa jadi, jika sedang chat dengan seseorang dan kalian punya hubungan spesial maka hindari membahas orang ke tiga secara berlebihan, ini toxic chat. Kadang pula, ketika sedang chat dan membahas sesuatu secara serius, dan teman chatmu pake istilah-istilah yang kamu nggak ngerti, seperti "primacy effect, internalized misogyny, thinking bias" atau yang lain, kalo kamu tanya balik ke dia, ini toxic chat, moodnya bisa hilang, dan bahkan berpotensi chat kamu cuma di read doang. Kenapa gitu? Karena istilah-istilah yang begituan penjelasannya panjang lebar dan harus diikuti contoh-contoh agar mudah paham, lagian kalian tidak sedang fokus membicarakan istilah itu di room chat, kalian sedang fokusnya ke masalah lain. it's okay jika kamu cepat ngerti dengan definisi alih bahasa doang, jika harus di jelaskan panjang le...

Masa Depan Minta Tolong - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Sekawanan gadis-gadis remaja yang menyandang kitab suci itu melangkah pasti di jalan desa yang diapit sawah-sawah. Terdengar bunyi sandal jepit dan ujung sarung yang memukul-mukul. Sesekali terdengar candaan ringan di dalam sekawanan itu, saling menggoda, juga sesekali pujian kagum terhadap langit senja di sepanjang jalan. Jalanan mulai lengang, hanya ada sekawanan gadis remaja itu yang berjalan mulai cepat seolah bergegas mengejar mentari senja ke ufuk barat. "Ayo cepat! Nanti gerbang balai pengajian ditutup," sela Dara, gadis remaja yang selalu saja terlihat menunduk kapanpun, dan dimanapun ia.  "Hei Dara! Lihatlah semburat senja yang kemerah-merahan itu, indah sekali! Lihatlah!" ujar Asma dengan sumringah senyum sembari menunjuk ke ufuk barat. Dara tak berujar, dilihatnya sekilas semburat kemerah-merahan itu, lantas seketika kembali menunduk. Tapi Asma memang benar, senja hari ini memang benar-benar indah. Ia mendongakkan kepala seketika, dipandangnya...

Peran Santri di Tengah-tengah Corona - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

       Pada 16 maret 2020, dayah di seluruh Aceh serentak menerima surat himbauan dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) terkait antisipasi corona terhadap santri. Santri belum sepenuhnya percaya terhadap corona yang telah begitu cepat menyebar te tanah Aceh. Mereka panik, dan sejumlah instansi telah diliburkan untuk dikarantina selama empat belas hari kedepannya. Beberapa pimpinan dayah di Aceh telah mengambil keputusan untuk memulangkan santri ke daerah masing-masing. Namun, ada diantara yang tidak bertindak demikian.             Beberapa hari terakhir, sejumlah santri mulai menunjukkan kepanikannya. Pasalnya, bebarapa masyarakat Aceh diberitakan suspect corona. Dalam deraan kepanikan, namun karena didukung oleh kecanggihan teknologi, kepanikan santri masih terarahkan. Mereka mulai terbuka pikirannya untuk googling terkait bagaimana pencegahan corona, apa saja yang harus diwaspadai, dan sebagainya. Sehingga banyak dari ka...

Amor Por 7000 - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

Aku Seno, remaja yang tinggal di pinggiran kota Maju. Hari ini masih musim hujan. Semalam, di ruang makan sekeluarga besar bertepuk tangan gembira sekejap setelah aku meniup dua lilin berbentuk angka empat belas. Bagiku, ini hari baru yang ku paksa seolah-olah indah dan baik-baik saja. Tidak ada sekolah juga tidak ada liburan. Musim hujan yang menyedihkan.  Pagi tadi mentari tidak terlalu bersemangat, aku pun begitu. Awan membentuk tirai tipis yang menyelubungi bumi telah menang dari matahari. Sekarang, aku sedang berjalan sendirian di alun-alun kota, entah ke mana dan untuk apa. Supaya tidak terlihat bodoh, aku pun berlari-lari kecil seolah-olah sedang jogging. inilah manusia selalu tidak ingin terlihat kacau dan bodoh di mata manusia lain. Di ujung jalan sana terlihat remaja berbondong-bondong memasuki suatu toko yang di dekor a la kekini-kinian. Mereka berlarian lalu berdesak-desakan, beberapa di antara mereka terlihat sepantaran denganku, aku pun mencoba mendekati k...

Dunia Kenyamanan

Iga duduk di dunianya, bersila menghadap hamparan birunya laut dimana  angin timur berhembus. Ia sibuk memencet-mencet tombol gameboard jadulnya. Jadul, tapi tetap mengasyikkan. Perempuan, tapi gamers handal. Enil dari dunianya, laki-laki dingin. Sering berkunjung ke pantai itu, namun kali ini ia berani sekali mengganggu Iga. Ditariknya gameboard Iga, lantas berlari ke dalam gulungan ombak. "Sial! Kembalikan gameboard ku," teriak Iga sambil lari. "Sini, ambil kalau bisa," Enil mengejek seolah tak terkejar. Jauh berlari. Tanpa tersadar, Enil telah memasuki batas wilayahnya kembali, diikuti Iga, karena ia harus mengambil gameboard nya sebelum petang, lalu pulang. Apapun yang terjadi. Sedang-sedang Iga mengejar, langkahnya terhenti, lalu tersadar bahwa itu bukan lagi dunianya, itu dunia lain. Tapi dunia itu indah sekali, lebih indah dari dunianya. Namun, ia tak boleh lama-lama terkagum, itu dunia lain dan ia harus mendapatkan gameboardnya. Ia terkagum-ka...

Eksistensi Santri Dalam Arus Globalisasi - Rumah Senja | Tuhfatul Athal

 Eksistensi Santri Dalam Arus Globalisasi        Di tahun 2020 ini Dinas Pendidikan Dayah Aceh kembali mengadakan event Pelatihan Jurnalistik dan Magang Bagi Santri Dayah Se-Aceh yang diselenggarakan di Hermes Palace Hotel. Berita ini disambut antusias oleh seluruh santri dengan sangat antusias mengirimkan karya terbaik mereka untuk menjadi peraih kesempatan emas ini. Setelah menyeleksi ratusan karya yang terkirim panitia hanya memilih 52 peraih nilai tertinggi untuk diberangkatkan ke Banda Aceh sebagai peserta pelatihan. Secara implisit event ini sangat mendorong produktifitas peserta yang terpilih khususnya, dan seluruh santri pada umumnya untuk terus melahirkan karya tulis demi menyongsong kemajuan ilmu pengetahuan, meminimalisir pembodohan dan hoax dengan memanfaatkan segala kemudahan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini.         Dengan visi melahirkan penulis-penulis handal dari kalangan santri yang diharapkan bisa mengisi ruang tu...